Dituding Bekerja dengan Warga Lokal, Rusia Usir Dua Staf Kedutaan AS
Junta Myanmar memerintahkan pengusiran diplomat utama Timor-Leste di negara itu atas pertemuan yang diadakan pemerintahnya dengan pemerintahan bayangan terlarang.
Pengusiran itu sebagai protes atas pembakaran Alquran di Stockholm yang telah mendorong ratusan pengunjuk rasa menyerbu dan membakar kedutaan Swedia di Baghdad.
Penderitaan, pengusiran, penindasan terhadap bangsa Palestina akan menjadi sejarah yang diingat terus oleh generasi penerus dan pelajar-pelajar Indonesia.
Pengusiran tersebut terjadi setelah Jerman mengusir lebih dari 20 diplomat Rusia.
Rusia sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 100 diplomat beserta keluarganya dipaksa meninggalkan AS sejak 2016, disebabkan oleh hubungan antara kedua negara yang kian memburuk.
Kementerian Luar Negeri Ethiopia memastikan bahwa staf Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Uni Afrika yang bekerja di negara itu tidak kebal hukum. Karenanya, setiap tindakan melanggar hukum akan diberikan sanksi.
Rusia menilai pengusiran delapan diplomat Kremlin oleh NATO, merusak upaya normalisasi dan dialog dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.
Pengusiran itu diumumkan Kamis malam (Jumat waktu setempat), dua hari setelah Kepala Bantuan PBB memperingatkan bahwa blokade bantuan yang dilakukan pemerintah, menyebabkan ratusan ribu orang di Tigray mengalami kelaparan.
Pengusiran tersebut merupakan balas dendam atas tindakan diskriminatif Inggris terhadap jurnalis Rusia yang bekerja di Inggris.