Di era podcast dan audiobook seperti sekarang, pertanyaan seperti ini mulai sering muncul: Apakah membaca masih relevan? Jika semua informasi bisa didengar sambil beraktivitas, untuk apa repot-repot membuka buku?
Instrumen untuk mencerdaskan bangsa itu adalah pengetahuan, dan gerbang utamanya adalah literasi, membaca. Ini bukan sekedar merubah UU Sistem Perbukuan. Ini meluruskan tujuan bernegara, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Lestari Moerdijat: Peningkatan Literasi Peserta Didik Butuh Konsistensi dan Kebijakan yang Tepat
Meskipun tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,4%, tingkat inklusi masih stagnan di 13,41%.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menekankan pentingnya peserta didik menguasai literasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di era disrupsi saat ini.
Peserta diajak memahami pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak serta peluang besar yang ditawarkan pasar modal sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang.
Hari Buku Nasional atau Harbuknas yang diperingati setiap 17 Mei merupakan sebuah momentum penting untuk mengingat kembali peran buku sebagai inspirasi sekaligus momentum menyebarkan semangat literasi.
Setiap tanggal 17 Mei, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional (Harbuknas)—sebuah momentum penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap buku dan budaya literasi