Begitu MTP (Majelis Tinggi Partai) kemarin selesai mengambil keputusannya, Mas AHY sebagai Ketum yang punya hubungan sangat baik dengan Mbak Puan mengirim pesan dan pamit.
Kami mengutuk keras aksi keji ini, terlebih penganiayaan itu dilakukan oleh salah satu oknum Paspampres.
Dalam surat dakwaan Ricky, uang korupsi mengalir ke presenter TV Brigita Manohara Purnawati, eks Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Partai Demokrat.
Setelah penyidik KPK memberitahukan ada aliran dana sebesar Rp50 juta ke rekening saya saat saya diperiksa sebagai saksi, lalu saya cek tanggalnya, baru saya paham kalau dana itu adalah uang kedukaan atas meninggalnya Ibu saya.
Harapan masyarakat untuk mereka (SBY-Megawati) bertemu dan berdiskusi sama dengan ketika bertemu Mbak Puan (Puan Maharani) dengan Mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Saya kira sesuatu yang dirindukan juga dan kembali ke mereka berdua.
Kalau sudah penggeledahan ke kantor ESDM sebagai tempat kejadian perkara (TKP) tentu banyak yang menduga bisa mengarah ke personel yang berkantor di situ.
Jelas ini merupakan pelanggaran hukum, dan harus diusut tuntas mengapa hal ini bisa terjadi.
Hinca menilai, sikap NasDem yang terus menjalin komunikasi dengan koalisi lain sebagai adab berdemokrasi yang baik. Parpol, kata dia, harus berdialog dan saling bertukar informasi.
Komunikasi dan perbincangan ini, kan harus dicakapkan isi itu sampai nanti ketemu ke majelis tinggi partai, namun demikian semua kader tentu menginginkan ketua umumnya menjadi yang terbaik.
Bedah buku itu menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan, penyidik Badan Nasional Narkotika (BNN) Guno Wicaksono, Mantan Atase Polri di Thailand Kombes Pol Leo Andi Gunawan dan akademisi UPH Edwin M.B Tambunan.