Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengapresiasi seruan yang disampaikan Presiden Jokowi terkait netralitas TNI, Polri, dan BIN dalam menghadapi Pilkada 2018.
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Dimyati Rois menegur Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang terkesan “one man show” dalam upayanya sebagai calon Wakil presiden (Cawapres) 2019 mendampingi Presiden Jokowi di Pilpres 2019.
Fungsionaris DPP Partai Golkar Mukhamad Misbakhun menepis tudingan yang menyebut ketua umumnya, Airlangga Hartarto telah mengadu domba Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Sebelumnya, mantan presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut aparat tidak netral dalam Pilkada
Jokowi mengatakan penurunan tarif pajak itu diharapkan bisa mengembangkan usaha para pelaku UMKM serta dapat mendorong tumbuhnya investasi di daerah
Sementara itu, Sidarto Danusubroto mengatakan Jokowi adalah figur sederhana yang selalu menjawab hujatan dari berbagai pihak dengan kerja, kerja, dan kerja.
Meski dihujani kritikan pedas, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini elektabilitas Presiden Jokowi jelang pelaksanaan Pilpres 2019 tidak akan terganggu.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Dwi Hartono menilai Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai panik.
Mayoritas simpatisan Presiden Jokowi di Jawa Tengah bakal memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziyah ketimbang pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin.
Pemerintahan Presiden Jokowi semestinya lebih sensitif dan hati-hati dalam mengambil kebijakan. Hal itu agar tidak menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat.