Presiden Jokowi menggelar pertemuan dan makan malam bersama seluruh ketua umum (Ketum) partai pendukung pada Pilpres 2019 nanti. Dalam pertemuan tersebut sekaligus membahas sosok calon wakil presiden (Cawapres).
PAN tidak menutup kemungkinan akan mendukung Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Sebelum pendaftaran capres-cawapres ke KPU, semua kemungkinan masih terbuka.
Menjelang pendaftaran capres-cawapres yang akan dibuka pada 4 Agustus nanti, Presiden Jokowi disebut banyak menerima tekanan untuk menentukan siapa Cawapres yang akan mendampinginya.
Kelompok Islamophobia atau anti Islam yang ada di sekitar Presiden Jokowi menjadi pemicu perpecahan dan maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kaburnya narapidana koruptor Fuad Amin dan adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) dari sel Lapas Sukamiskin.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan tidak mungkin mendukung Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Sebelum menyatroni sel Wawan, Fuad Amin, dan Mesang, tim lebih dahulu menyatroni sel suami dari artis Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah dan narapidana kasus pidana umum.
Maraknya intoleran yang terjadi di tanah air belakangan ini dikarenakan adanya kelompok Islamophobia atau ketakutan segala sesuatu tentang Islam di sekitar Presiden Jokowi.
Pilpres 2019 diharapkan menghasilkan seorang pemimpin yang memiliki cita-cita besar terhadap Indonesia seperti Soekarno. Sebab, Indonesia tidak bisa dipimpin oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan alias bodoh.
Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai paling mudah disusupi oleh kelompok-kelompok yang anti Islam. Dimana, kelompok tersebut ingin memecahbelah bangsa khususnya umat Islam.