Rencana Trump memicu gelombang demonstrasi di seluruh dunia, dan tidak ada satu pun poin-poin dari kesepakatan tersebut yang diinginkan Palestina.
Sebuah penelitian menemukan bahwa obat antimalaria yang kerap dipuji Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ternyata memiliki efek berbahaya.
Trump sudah melarang wisatawan tertentu dari China, Eropa, Inggris dan Irlandia dan, pada tingkat lebih rendah, Iran.
Usai M Nuh Gagal Bayar Sepeda Motor listrik Jokowi, Warren Tanoesoedibyo pun kini menjadi pemenang lelang
AS mengancam akan menghentikan pendanaan AS untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setelah menuding organisasi itu bias terhadap China selama pandemi virus corona.
Trump mengancam akan menghentikan pendanaan WHO secara permanen dan menarik diri dari badan PBB kecuali jika badan tersebut membuat perbaikan substantif besar dalam 30 hari ke depan.
Amerika Serikat menyumbang sekitar US$ 450 juta atau sekitar RP 6,7 triliun (kurs RP 15.000/dolar) setiap tahun kepada WHO
Pengakuan itu merupakan upaya Trump untuk mempromosikan hydroxychloroquine sebagai pengobatan untuk virus corona, yang dimulai lebih awal dalam wabah dan telah mendapat perlawanan dari para profesional medis.
AS memblokir pasokan chip global ke Huawei, memicu kekhawatiran soal pembalasan China hingga berisiko merugikan saham produsen komponen chip AS.
China dan Rusia menolak rencana AS untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran bersama dengan kemungkinan dorongan untuk memicu kembalinya semua sanksi terhadap Teheran di Dewan Keamanan PBB.