Iran telah memperingatkan bahwa mereka telah menempatkan penarikan "langkah demi langkah" dari JCPOA dalam agendanya.
Uni Eropa menolak ultimatum Iran, yaitu 60 hari untuk melindungi sektor minyak dan perbankannya dari sanksi Gedung Putih.
Tujuan Iran, terang Kamalvandi adalah mengajak Amerika Serikat (AS) kembali jadi anggota perjanjian nuklir Iran 2015.
Uni Eropa mendesak Iran untuk menghormati perjanjian nuklir.
Trump juga mengancam tindakan lebih lanjut kecuali Teheran secara fundamental mengubah perilakunya.
Anggota Parlemen Irak, Reza menuturkan bahwa persediaan senjata dalam militer lebih banyak didominasi oleh produk Amerika Serikat (AS).
Keputusan itu merupakan reaksi terhadap penarikan AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi terhadap Iran dan kegagalan Uni Eropa untuk mengkompensasi keluarnya AS.
Rouhani mengatakan anggota pakta 2015 masih memiliki waktu 60 hari unthk menunaikan janji mereka dalam melindungi sektor minyak dan perbankan Iran dari sanksi Amerika Serikat (AS)
Iran telah menyampaikan rincian keputusan Iran kepada para duta besar dari lima negara, yakni Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia,