Kementerian Kesehatan Turki menutup perbatasannya dengan Iran pada Minggu (23/2), sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.
Sebanyak 15 kasus baru teridentifikasi dalam 24 jam terakhir, tiga di antaranya kehilangan nyawa.
Kesepakatan itu adalah fase pertama dari sebuah proyek yang berusaha menyediakan jalur kereta api untuk proyek kereta api Chabahar-Zahedan Iran.
Pentagon mengatakan pada Jumat (21/2), 110 anggota layanan didiagnosis cedera otak traumatik setelah serangan Iran pada 8 Januari.
Beberapa kota Iran bergulat dengan wabah baru virus corona yang telah menewaskan enam orang dan menginfeksi lebih dari dua lusin lainnya, menurut pejabat kementerian kesehatan.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, rezim Iran mengecilkan bahaya virus corona dan memberi warganya informasi yang salah.
Delapan dari 10 orang yang tertular virus itu antara Jumat dan Sabtu berada di pusat kota Qom, pusat penyebaran pertama kali wabah di Iran di mana sekolah dan pertemuan sudah ditangguhkan.
AS melancarkan perang terhadap kedua negara dengan cara lain (terorisme ekonomi), menginginkan kemerdekaan kedaulatan mereka dihilangkan.
Perang melawan narkoba harus total, komprehensif, dari hulu sampai ke hilir
dana desa menjadi satu-satunya cara untuk memastikan desa tahan terhadap gejolak ekonomi global saat ini, yang terjadi akibat perang dagang dan virus corona.