Sejumlah besar bayi dirawat dengan COVID-19 bulan lalu di Tshwane, wilayah metropolitan yang mencakup ibu kota Pretoria, menimbulkan kekhawatiran bahwa varian Omicron dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi anak kecil daripada varian COVID-19 lainnya.
Yang ingin saya tekankan dalam hal ini adalah, ayo bersiap. Tidak ada kata terlambat. Semua anak muda harus bersiap. Jangan sampai besarnya pasar ekonomi digital itu justru dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar dari luar negeri.
Meskipun menutup perbatasannya untuk bepergian dari negara-negara Afrika selatan yang berisiko tinggi, Australia menjadi negara terbaru yang melaporkan penularan komunitas dari varian baru, sehari setelah ditemukan di lima negara bagian AS.
WHO mendesak seluruh negara untuk meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan, dan memvaksinasi masyarakat untuk memerangi lonjakan kasus.
Anak perusahaan Roche yang baru diakuisisi, TIB Molbiol, sedang mengembangkan tiga alat tes baru untuk membantu para peneliti mendeteksi mutasi pada varian baru virus corona Omicron
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara Asia-Pasifik, supaya meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan dan angka vaksinasi, dalam rangka mempersiapkan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Untuk mencegah stunting itu kuncinya 4T, yaitu terlalu muda usia melahirkan, terlalu dekat jarak kelahiran dari anak 1 ke anak selanjutnya, terlalu tua usia melahirkan (tidak lebih dari 35 tahun), dan terlalu sering melahirkan adalah kunci mencegah stunting
Kalau kita punya kondisi kesehatan yang kurang bagus, sebaiknya jangan berada di lingkaran yang ramai karena berpotensi sangat tinggi untuk omicron ini.
Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mendesak masyarakat mulai melakukan suntikan booster Covid-19, setelah ditemukan 22 kasus varian Omicron di negara itu.
Kesempatan mencegah stunting ada pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang terhitung sejak pertemuan antara sel telur dan sel sperma hingga anak berusia 2 tahun