PT Mugi Rekso Abadi dan PT Dimitri Utama Abadi diduga terlibat dan berandil besar dalam pembelian mesin dan pesawat untuk GIAA yang saat itu dikomandoi Emirsyah Satar.
Jajaran Direksi PT Garuda Indonesia (persero) ikut berandil dan memutuskan pembelian pesawat airbus dan mesin dari PT Rolls Royce.
Pengadaan sejumlah mesin pesawat Rolls-Royce era Emirsyah berujung rasuah lantran perusahaan tersebut memberikan pelicin agar produknya dilirik.
Setelah terbongkarnya kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pesawat Garuda Indonesia, KPK juga diminta menginvestigasi bank BUMN.
perusahaan raksasa penyedia mesin asal Inggris itu diduga juga menyuap pejabat-pejabat PLN
Penecagahan itu dilakukan terkait proses penyidikan kasus dugaan suap terkait pengadaan mesin pesawat airbus di PT Garuda Indonesia.
Anggota Komisi V DPR memastikan, eks Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar terlibat atas dugaan penerimaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memilih menggunakan mesin Rolls-Royce untuk 50 pesawat. Padahal ada dua pilihan mesin pabrikan lain yang bisa digunakan perusahaan penerbangan plat merah tersebut.
Pihak Rolls-Royce diduga kerja sama dengan seorang perantara yang bisa meyakinkan PT Garuda untuk membeli mesin Trent 700.
Bagi pemilik kendaraan istilah tune-up tentunya sudah tidak asing lagi. Kendaraan sekarang dinilai banyak kalangan lebih handal dari versi yang dulu, sehingga pantaslah jika kendaraan modern nyaris bebas perawatan.