Pengumuman tersebut bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, ke Argentina untuk memperingati 25 tahun pemboman pusat Yahudi, yang dikenal sebagai AMIA.
Argentina juga menyalahkan Hizbullah atas serangan terhadap kedutaan Israel di Buenos Aires pada tahun 1992, yang menewaskan 29 orang.
Dia memiliki sedikit harapan untuk pemulihan Abdul setelah mengunjungi anak itu di rumah sakit pada Sabtu malam.
Nasrallah juga membeberkan sudah mengurangi jumlah pejuang gerakannya yang mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah yang berdekatan yang dilanda perang.
Hassan Nasrallah meyakini Israel tidak akan bertindak netral, jika perang antara Iran dan Amerika Serikat benar-benar terjadi.
Menteri Pertahanan Iran melontarkan pernyataan tersebut setelah Netanyahu mengancam akan menyerang Iran saat berbicara di pangkalan udara Nevatim Israel awal pekan ini.
Gedung Putih menuduh Hizbullah menggunakan kekuatan parlementernya untuk memajukan kegiatan perlawanannya.
Pasukan Israel kerap mendatangi rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, kemudian menahan orang Palestina dengan berbagai tuduhan.
Netanyahu sekali lagi meminta Eropa untuk menjatuhkan sanksi hukuman terhadap Teheran, yang sebelumnya sudah dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat (AS).
Palestina tidak akan berurusan dengan pemerintah AS kecuali membalikkan semua keputusan terhadap masalah Palestina.