Kementerian Perdagangan China mengumumkan pada Kamis (16/2), perusahaan manufaktur senjata AS dilarang mengimpor barang ke China atau melakukan investasi baru di negara itu.
Hubungan China dan AS kian panas setelah jet tempur militer AS menembak jatuh balon mata-mata yang dicurigai di lepas pantai South Carolina pada Sabtu (4/2).
Balon China, yang dibantah Beijing sebagai kapal mata-mata pemerintah, terbang selama seminggu di atas AS dan Kanada sebelum Presiden Joe Biden memerintahkannya untuk ditembak jatuh.
Itu adalah benda terbang keempat yang ditembak jatuh di atas Amerika Utara oleh rudal AS dalam waktu lebih dari seminggu.
AS mengatakan balon itu dilengkapi untuk mendeteksi dan mengumpulkan sinyal intelijen, tetapi Beijing bersikeras itu adalah pesawat cuaca yang terbang keluar jalur.
Balon itu berukuran tinggi sekitar 60 meter (200 kaki) dan membawa paket sensor panjang di bawahnya.
Dia menuduh Biden menunjukkan kelemahan terhadap China dan awalnya berusaha untuk menjaga agar pelanggaran wilayah udara AS tidak diungkapkan.
Kelompok ISIS itu ditahan karena diduga merencanakan serangan terhadap Konsulat Swedia dan Belanda di Istanbul serta gereja dan sinagog.
Negeri Tirai Bambu itu menuduh Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan dan secara serius melanggar praktik internasional.