jika Irak tidak bersatu dan menunjukkan sikap serius, maka perang antara AS dan Iran akan menjadi akhir bagi Irak
Semua pangkalan AS di Irak telah disiagakan di tengah laporan bahwa roket itu mengenai daerah yang dekat dengan kedutaan AS.
Perusahaan minyak Exxon Mobil mengevakuasi seluruh staf asingnya dari ladang minyak Qurna 1 Barat di Irak, pada Sabtu (18/5).
Bahrain memperingatkan warganya tidak bepergian ke Iran dan Irak, dan memerintahkan mereka yang sudah ada di Teheran untuk segera kembali pulang
Hadi mengungkapkan bahwa negaranya berhasil mengembangkan kerja sama dalam sektor minyak dan gas bersama perusahaan-perusahaan Rusia.
Kedutaan AS di Baghdad mengatakan Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan penarikan karyawan dari misi diplomatik AS di ibu kota Irak dan konsulatnya di Erbil.
Personil non-darurat di konsulat AS di Erbil juga diminta untuk pergi. Departemen luar negeri mengakhiri operasi di konsulat di Basrah Oktober lalu.
Anggota Parlemen Irak, Reza menuturkan bahwa persediaan senjata dalam militer lebih banyak didominasi oleh produk Amerika Serikat (AS).
Menurut pihak berwenang Tajik, lebih dari 1.000 warga telah meninggalkan negara itu untuk bertempur di pihak kelompok-kelompok militan di Irak dan Suriah sejak 2011
Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi memperingatkan bahwa meskipun kelompok teroris Takfiri Daesh telah melemah secara militer, itu belum dikalahkan dan tetap menjadi ancaman kuat di seluruh dunia