Sekitar 200 pemrotes juga membakar bendera Israel sambil mengibarkan bendera Irak dan Palestina dalam sebuah demonstrasi di luar kedutaan besar Bahrain di ibukota Irak.
Irak menegaskan tidak akan berada di salah satu pihak, dalam konflik Teluk antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terus memanas.
Pekan lalu Trump memerintahkan pembatalan serangan udara terhadap Iran sebagai pembalasan karena menembak jatuh pesawat tak berawak AS
Washington mengklaim, diktator Irak Saddam Hussein menimbun senjata pemusnah massal, yang terbukti palsu pasca invasi.
Teheran menggenjot ekspor barang dan jasa senilai USD32 miliar ke negara-negara terdekat.
Komandan kedua Pangkalan Udara Khatam al-Anbia Iran, Brigadir Jenderal Qader Rahimzadeh, mengatakan, Iran mengeluarkan beberapa peringatan sebelum menembak jatuh pesawat itu.
Roket itu merupakan yang ketiga dalam satu minggu.
Beberapa serangan telah dilakukan di Irak meskipun pemerintah memperingatkan terhadap penggunaan wilayahnya sebagai cara menyerang negara-negara asing
Washington tetap menegaskan bahwa Baghdad harus mencari sumber-sumber alternatif, untuk menghidupi jaringan listriknya.
Abdul Mahdi melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Amerika serikat (AS) Mike Pompeo