Cekcok antara pemukim dan penduduk setempat pun terjadi, sehingga tentara Israel terpaksa turun tangan.
Rezim Israel melancarkan serangan udara di wilayah Suriah dari waktu ke waktu. Langkah agresif seperti itu biasanya dipandang sebagai upaya untuk menopang kelompok-kelompok teroris yang menderita kekalahan di tangan pasukan pemerintah Suriah.
Kementerian Kebudayaan Palestina mengatakan serangan tersebut adalah kejahatan perang sistematis Israel yang menargetkan memori rakyat Palestina.
WhatsApp mengimbau para penggunanya melakukan pembaruan (update) aplikasi
Financial Times mengidentifikasi pelaku peretasan ialah NSO Group asal Israel, dan WhatsApp mengkonfirmasi kabar tersebut.
Menurut data Israel, pemukiman itu akan dibangun di bagian utara Golan dan pada tahap awal akan dihuni sekitar 120 keluarga.
Lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh sejak itu, dan lebih dari 17.300 orang terluka.
Israel menutup dua pintu gerbang yang terhubung ke Jalur Gaza, Karm Abu Salim dan Beit Hanun serta melarang para nelayan untuk berburu di laut Gaza setelah peristiwa penyerangan di Gaza pekan lalu.
Pemukiman ilegal Israel terus bertambah dari sekitar 110 ribu pada 1993 menjadi sekitar 620 ribu tahun 2017.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi mendesak menghentikan pembangunan pemukiman ilegal Israel di wilayah pendudukan Palestina.