Lembaga Survei Indekstat Indonesia merilis survei terkait elektabilitas calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hasil survei menunjukkan bahwa elektabilitas Partai Golkar yang berada di angka 14,5 persen dipengaruhi oleh kepuasan publik terhadap penanganan pandemi covid-19.
Turunnya elektabilitas Partai Golkar dinilai disebabkan mesin partai yang masih bekerja setengah hati.
Survei SMRC yang menyatakan dibanding hasil Pemilu 2019, dukungan kepada PDIP melompat naik dari 19,3 persen menjadi 24 persen.
Ini tentu memprihatinkan, maka Komisi II DPR RI secara intensif bekerja sama dengan KPU menyelenggarakan sosialisasi mengenai Pemilu 2024 untuk menyebarkan informasi terkait dengan pemilu secara lebih luas kepada masyarakat.
Hasil survei, inklusi keuangan masyarakat Indonesia meningkat
Lembaga survei Populi Center merilis hasil survei dukungan terhadap calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024.
Survei Litbang Kompas menunjukkan perolehan suara partai anggota KIB mengalami penurunan jika pemilu dilakukan saat ini.
Secara umum kepuasan atas kinerja Presiden cenderung sedikit menguat, kemungkinan besar terutama karena pasca kenaikan harga BBM kinerja pemerintah mampu menahan situasi perekonomian sehingga tidak memburuk meski persepsi negatif masih dominan.