Baznas telah mencanangkan program “Santripreuner” yang merupakan sebuah upaya pemberdayaan ekonomi pesantren dengan mengutamakan peran Santri dan potensi yang dimiliki pesantren.
pengumpulan zakat harus dikelola seperti cara mengelola pajak. Baznas sangat setuju dengan hal ini dengan konsekuensi empat hal
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berkomitmen meningkatkan kinerja pengelolaan zakat nasional usai menerima penghargaan internasional Global Islamic Financial Award (GIFA) dalam kategori manajemen zakat terbaik.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun Emergency Center di Palu, Sulawesi Tengah untuk melayani korban gempa selama 24 jam tiap harinya. Baznas Emergency Center memberikan layanan medis, evakuasi dan assesment lanjutan.
Baznas juga mengajak gerakan zakat untuk membantu menangani korban Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah yang disampaiakn langsung oleh ketua Baznas Bambang Sudibyo melalui rekaman video.
Zainul berharap Baznas terus menjalin komunikasi dengan China Islamic Association dan menyiapkan kunjungan balasan untuk merealisasikan kerja sama di bidang pendidikan, dakwah dan pendalaman budaya China dan bahasa Mandarin.
pelatihan ini dapat menghasilkan amil yang bukan hanya kompeten namun juga berdedikasi untuk melayani umat sepenuh hati.
Potensi zakat di Indonesia cukup signifikan lantaran masih banyak masyarakat yang menyalurkan zakat secara langsung tanpa melalui Baznas atau LAZ yang terdaftar, sehingga itu tidak tercatat oleh pihak Baznas.
Khusus untuk 2018 per Agustus 2018 dana tersalur untuk pendidikan 24 M (Rp. 24.845.243.083) dengan penerima manfaat 29.837 orang.
Program ini berawal dari kegelisahan terhadap kemajuan teknologi, yang membuat penjualan koran menurun sangat drastis.