Pembayaran kurban melalui gerai 212 Mart ini menambah deretan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1439 H ini.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) PT. Timah, mendorong pemberdayaan para mustahik menjadi pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Soleh Nurzaman memaparkan dari hasil kajian tersebut, didapatkan Indeks Rawan Pemurtadan (IRP) pada masing-masing Kabupaten/Kota di 34 Provinsi di Indonesia masih terbilang menyeluruh.
Layanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban sekaligus berpartisipasi dalam pemberdayaan kepada masyarakat desa.
Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik yang dibiayai menggunakan dana zakat untuk meningkatkan eksitensi dan kapasitas usaha retail mikro.
General Manager Operating Lulu Hipermarket, Guruh Munzir mengatakan, program ini memiliki tujuan besar dalam perekonomian umat
Baznas mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas. Karena kurban bukan ibadah biasa, namun dapat membangkitkan kesejahteraan ekonomi umat, utamanya masyarakat desa.
Tim pertama yang berangkat ini akan menyalurkan bantuan kepada Komunitas Adat Terpencil Suku Mause Ane yang saat ini tengah mengalami krisis pangan.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PSTT) Eko Putro Sandjojo menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemberdayaan dari Rumah Zakat. Penghargaan tersebut diberikan saat menghadiri perayaan hari ulang tahun Rumah Zakat ke-20 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7)
karya ilmiah tersebut dikerjakan Puskas Baznas dalam waktu yang cukup lama, yakni dua tahun.