Afganistan kembali berada dalam kondisi tidak pasti jelang pengumuman hasil pemilihan umum (pemilu) presiden pada Oktober ini.
Ledakan besar-besaran Kamis menghancurkan sebagian rumah sakit di Qalat, ibukota provinsi Zabul selatan, dan membuat armada ambulans rusak dan hancur
Trump membatalkan pertemuan yang suda direncanakan sebelumnya sebagai balasan atas serangan mematikan puluhan orang, termasuk tentara AS.
Pemimpin Taliban dan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani secara terpisah datang ke AS pada Sabtu malam untuk berunding di Camp David, Maryland. Tetapi, Trump mengatakan membatalkan pertemuan itu.
Taliban, yang sekarang menguasai atau memiliki pengaruh di sekitar setengah wilayah Afghanistan, mengatakan mereka tidak mengakui pemerintah di Kabul.
Sehari sebelum pengumuman, serangan bunuh diri yang diklaim Taliban di Provinsi Kunduz, Afghanistan, menewaskan 10 orang dan melukai lima lainnya, termasuk kepala polisi.
AS menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan rezim Taliban yang berkuasa. Pasukan AS pertama kali dikirim ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 di AS.
Pasukan AS dan Taliban telah bernegosiasi untuk keluar dari Afghanistan selama berbulan-bulan.
Amerika Serikat (AS) dan kelompok Taliban akan berusaha untuk meneken kesepakatan
Jumlah warga sipil yang tewas di Afganistan pada paruh pertama 2019, lebih banyak disebabkan oleh NATO dibandingkan militer Taliban dan gerilyawan lainnya