Menhan Israel Liberman menggambarkan keputusan Trump yang memberikan sanksi kepada Iran tersebut sebagai sebuah "keberanian".
Mohammad Ali Jafari, Komandan Garda Revolusi Iran menegaskan, akan melawan segala bentuk "perang psikologis" AS melalui penerapan kembali sanksi ini.
Amerika Serikat akan menerapkan kembali sanksi kedua untuk Iran yang dimulai pada hari ini, Senin (05/11).
Maskapai penerbangan Iran Air sedang mencari untuk membeli pesawat dari perusahaan mana pun yang tidak memerlukan izin penjualan Amerika Serikat dan dapat mempertimbangkan Sukhoi Superjet 100 dari Rusia.
Perjuangan Israel melawan Iran jauh lebih penting dari kasus Khashoggi.
Irak sudah mengkonfirmasi kedutaan AS di Baghdad terkait posisinya di Iran.
Rusia akan terus melanjutkan perdagangan minyak mentah Iran di luar sanksi yang berlaku pada Senin itu.
Uni Eropa bersama Jerman, Inggris, dan Prancis merilis sebuah pernyataan gabungan yang isinya menyesalkan pemberlakuan sanksi kembali oleh Amerika Serikat ke Iran.
Turki merupakan salah satu negara yang mengimpor minyak terbesar dari Iran, setelah China.
Iran Air kesulitan membeli pesawat baru, jelang sanksi Amerika Serikat (AS) yang akan berlaku efektif pada Senin, 5 November 2018 besok.