China melaporkan 11 kasus virus corona baru (Covid-19) pada Sabtu (25/4) kemarin, setelah 12 hari sebelumnya Beijing mencatatkan nol kematian, menurut data resmi yang dipublikasikan pada Minggu (26/4).
Dalam sepucuk surat kepada Presiden Donald Trump, mereka menyerukan pemulihan segera dana AS, yang ditangguhkan Trump pekan lalu dengan dalih WHO sebagai China senteris.
Ini merupakan upaya lebih lanjut AS, setelah menyuarakan tuduhan bahwa virus corona baru (Covid-19) bocor dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan.
Mantan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) itu juga menuduh China gagal melaporkan penularan virus dari manusia ke manusia.
Seorang pejabat negara harus menghindari kebijakan atau keputusan yang berpotensi akan menimbulkan konflik kepentingan.
China menuduh Australia telah disetir oleh Amerika Serikat atas kritiknya terhadap Beijing, terkait penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19).
Al-Ruwaishan dikenal karena tulisan-tulisan kritisnya tentang Houthi sejak pecahnya konflik di Yaman pada Maret 2015.
Trump mengatakan, virus corona bisa terjadi akibat sebuah kesalahan yang keluar dari kendali atau dilakukan dengan sengaja.
Yuan Zhiming membantah teori konspirasi Amerika Serikat (AS), yang menyebut bahwa virus corona baru (Covid-19) berasal dari laboratorium di China.