Calon Kapolri pengganti Idham Azis dinilai harus mempunyai hubungan baik dan chemistry dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Partai Kebangkitan Bangsa (PKS) memiliki kriteria khusus terhadap calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun 1 Februari mendatang.
Kalangan dewan berharap sosok Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis memiliki integritas dan rekam jejak yang baik.
Partai Demokrat berkeinginan jika sosok Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis bisa menjaga keberagaman dan nilai demokrasi di Indonesia.
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi beberapa orang Pimpinan DPR lainnya memandu pelantikan Anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) di sisa masa jabatan 2019-2024 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (11/1).
Surat presiden (Surpres) terkait calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis belum diterima DPR. Hingga saat ini nama calon Kapolri masih menjadi teka-teki. Lalu seperti apa kriteria calon Tri Brata 1?
Nama calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis masih menjadi teka-teki. Bahkan, hingga saat ini DPR belum menerima Surpres terkait usulan nama calon Kapolri.
Calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis harus memiliki integritas dan kapasitas untuk memimpin institusi Kepolisian. Siapapun dia, akan memiliki tugas besar bagi bangsa Indonesia.
Partai Gerindra belum membahas pengganti Menteri Kelautan dan perikanan, Edhy Prabowo yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersandung suap ekspor benih lobster.
Wakil Ketua MPR RI ini juga bilang, soal pengganti Juliari sepenuhnya keputusan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki hak untuk mengusulkan kadernya sebagai pengganti Mensos kepada Presiden Jokowi.