Menurut Sutopo, ancaman itu dimulai dari pertemuan lempeng tektonok atau subduksi ataupun jalur yang ada di daratan.
Sutopo memerkirakan korban tewas akan terus bertambah, seiring dengan proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Sutopo memastikan tidak ada peningkatan status gunung api ini yang sejak 3 Agustus 2011 berstatus Waspada (level II).
Kejadian itu setelah hujan deras dan kondisi lereng gunung yang bagian bawahnya pemukiman penduduk.
BNPB menyebut 2016 sebagai tahun bencana karena sepanjang tahun ini tercatat ada 1.985 kejadian bencana
Sutopo menjelaskan guncangan gempa menyebabkan adanya tekanan dalam dapur magma Gunung Gamalama yang selanjutnya pada pukul 06.28 WIT terjadi erupsi tipe eksplosif lemah
Kata Sutopo lagi, hingga saat ini masih ada 9.319 jiwa atau 2.592 KK yang mengungsi di 9 pos pengungsian di mana mereka akan merayakan lebaran di pengungsian.