Jadi, Presiden pasti menginginkan orkestra yang terbaik, orang-orang yang terbaik yang duduk di dalam kabinetnya sebagai pembantu presiden. Saya kira posisi Golkar adalah menghargai proses tersebut.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengucapkan selamat kepada Brian Yuliarto atas pelantikannya sebagai Mendiktisaintek yang baru.
Kami berharap kepemimpinan Prof. Brian dapat membawa inovasi serta kemajuan bagi sektor pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia. Tantangan di bidang ini semakin kompleks, sehingga diperlukan kebijakan yang progresif dan berorientasi pada masa depan.
Kami di Komisi X DPR berharap agar menteri baru nanti, pengganti Mendiktisaintek saat ini harus mampu menerjemahkan visi misi dari Presiden Prabowo.
Ya, jadi saya dapatkan informasi soal (menteri) yang tidak seirama. Ya, saya tidak tahu apakah evaluasinya itu sampai dengan reshuffle atau cukup dengan teguran, `kan Presiden mempunyai kebijakan.
Nah memang saya ada dengar keluhan sedikit sedikit tentang masih ada (menteri) yang kemudian kurang seirama. Nah apakah itu yang dimaksud, nanti kita akan lihat seperti apa demikian.
Kan kalau evaluasi periodik itu dalam satu periode bisa ada 10, 15, 20 kebijakannya periodesasi evaluasi per 100 hari misalnya. Per 200 hari atau per tahun atau apa. Kalau menurut gua per kebijakan aja dievaluasi. Jadi lebih pendek gitu lo.
Pak Prabowo sebagai presiden tentunya paling mengerti tentang pembantu-pembantunya yang bisa kemudian mengimbangi kerja dan kemudian mengimbangi Presiden dalam menunaikan janji kampanye Presiden pada saat ini.
Ibarat sebuah kapal, Presiden sebagai kapten yang mempunyai visi misi dan pikiran untuk membawa bangsa ini berlayar melintasi samudra, nyatanya tidak serta merta diikuti para pengikutnya.
Kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengenai gas LPG 3 Kg membuat polemik dan kegaduhan yang dianggap mempersulit rakyat kecil dan menghilangkan salah satu sumber pendapatan pedagang kecil.