Perizinan pupuk dan pestisida harus betul-betul dilakukan secara cermat dan juga dilakukan secara cepat untuk mendukung peningkatan produksi nasional
pas kopi sering dianggap sebagai limbah yang tidak berguna, padahal ia menyimpan potensi besar yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dari kecantikan hingga pertanian, ampas kopi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kita ingin petani mendapatkan hasil panen berlimpah, agar kesejahteraan dapat terwujud. Salah satunya dengan menggunakan pupuk berimbang dengan pola 5, 3, 2 sesuai anjuran pemerintah. Langkah ini penting dilakukan untuk mewujudkan asta cita Presiden Prabowo dalam menopang ketahanan pangan nasional.
Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, menyentil Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait jomplangnya kualitas pupuk subsidi dan pupuk nonsubsidi.
Bulog itu, penugasannya menyerap hasil panen petani. Karena menyerap, artinya di setiap musim panen. Pada musim tanam, Bulog tentu bisa diajak untuk ikut berperan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi.
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengungkapkan bahwa saat ini Komisi IV DPR RI sedang membahas terkait permasalahan pangan, pupuk, dan distribusi pangan.
Selama ini yang jadi masalah adalah ketika para petani menjual hasil panen, NTP-nya itu selalu di bawah HPP itu karena seluruh hasil panen dimonopoli atau dikuasai oleh para oknum tengkulak, mereka seenaknya memberikan harga kepada para petani.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menekankan pentingnya peran strategis industri pupuk dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Mentan Terima Aduan Pupuk Palsu, 4 Perusahaan Langsung Diblacklist
Wamentan, Sudaryono mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi langsung ke petani merupakan langkah konkret dalam mewujudkan janji Presiden Prabowo Subianto