Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa mereka menghentikan percobaannya pada efek hydroxychloroquine (obat anti malaria) pada pasien Covid-19
Setelah beberapa penelitian terhadap obat malaria yang sudah berlangsung beberapa dekade menyatakan obat itu tidak efektif, langkah ini dilakukan termasuk dengan banyaknya uji coba yang diantisipasi awal bulan ini.
Hydroxychloroquine dan chloroquine miliki efek samping serius, terutama aritmia jantung atau ritme jantung tidak beraturan bahkan meninggal
Obat ini sudah lama diketahui memiliki potensi efek samping yang serius, termasuk mengubah detak jantung dengan cara yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
Upaya yang dilakukan, yakni mengajak masyarakat melakukan upaya pencegahan malaria dengan menanam tanaman pengusir nyamuk.