Salah satu permasalahan dalam penyediaan pakan unggas yang berdaya saing adalah masih tingginya tingkat impor Indonesia yang mencapai 35%.
Bagi pelaku usaha, ekosistem di sektor ini lebih menjanjikan sehingga semua pelaku usaha bisa menikmati keuntungan yang wajar. Sedangkan bagi masyarakat diharapkan bisa menjamin ketersediaan dengan harga yang terjangkau.
Sebanyak 3,6 ton produk daging unggas dan sapi olahan milik PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan saat yang bersamaan juga 6 ton produk unggas olahan sebagai pesanan berulang atau reprat order dilepas juga menuju pasar Jepang.
Ekspor perdana ke Qatar ini dilakukan sebanyak 3,29 ton dengan nilai Rp 220 juta dari total kontrak 21,6 ton untuk 2021 yang telah disepakati antara PT. Charoen Pokphand Indonesia dan pihak buyer di Qatar.
Seluruh pemangku kepentingan terkait harus ikut berperan sebagai bagian dari solusi dalam mengendalikan laju resistensi antimikroba
Arah kebijakan subsektor peternakan ialah peningkatan populasi ruminansia potong, pengembangan ternak unggas, serta produksi telur dan susu.
Premix dikenal sebagai bahan tambahan untuk dicampurkan ke dalam pakan unggas guna meningkatkan kandungan nutrisinya.
Berdasarkan data yang dihimpun Barantan, unggas tersebut berasal dari luar negeri atau impor dan antar wilayah domestik.
Khusus untuk capaian ekspor lomoditas unggas dan produk unggas, dari data BPS yang diolah Pusdatin Kementan, ekspor Januari-Juli 2020 yaitu sebesar 341,6 Ton dengan Nilai sekitar Rp17,5 miliar.