Sebab, bayi dan balita yang hidup saat ini pada 2045 nanti menjadi kelompok usia produktif yang menentukan keberhasilan pencapaian Indonesia Emas.
Stunting disebabkan anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk.
Target Imunisasi Dasar 100 Persen terhadap Anak Harus Segera Direalisasikan
Kampanye digelar bersamaan dengan Hari Anak Internasional ke balita dan anak se-Jabodetabek sejak akhir Mei
Mewujudkan Pemahaman Pentingnya Asupan Gizi Seimbang Bagi Keluarga Harus Konsisten
Sedangkan data SSGI Kabupaten Bogor 2022 menyebutkan angka prevalensi balita stunting mencapai 24,9 persen.
Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat jumlah bayi di bawah lima tahun (balita) di Jakarta mencapai sekitar 790 ribu.
Sekitar 80 persen balita dari total 4.494 balita yang berisiko stunting se-Kabupaten Cilacap berhasil mengalami penambahan berat badan.
Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia tahun 2022 (SSGI 2022), angka prevalensi stunting di DKI Jakarta sudah di angka 14 persen dari total balita 799 ribu.
Program skrining kesehatan anak dan balita harus terus digencarkan dalam upaya deteksi dini ancaman sejumlah penyakit.