Zarif dan Xiaodong telah membahas penguatan ikatan antara negara mereka masing-masing.
Iran akan berdiri di sisi Iran melawan sanksi sepihak Amerika Serikat (AS).
Ia mencatat bahwa Iran akan melanjutkan jalur "kemerdekaan", "kemajuan", "kebebasan" dan "demokrasi".
Pekan lalu, Soleimani mengatakan, Zarif adalah orang utama yang bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan ia didukung oleh Khamenei.
Zarif sebelumnya tidak diberi tahu mengenai perjalanan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Teheran pada pekan lalu. Hal inilah yang membuat Zarif dongkol.
Ayatollah Khamenei mengatakan kesepakatan nuklir 2015, tidak menyelesaikan masalah ekonomi di negara itu.
Negeri Para Mulllah itu menyebut tindakan London itu salah dan tidak bertanggung jawab.
Pada akhir Januari, Departemen Kehakiman AS menuduh Meng dan Huawei berkomplot melanggar sanksi AS terhadap Iran.
Sejak awal musuh melihat JCPOA sebagai tujuan tiga cabang, bukan hanya satu, dan dua lainnya lebih penting daripada yang pertama.
Keduan pemimpin itu mengatakan mempromosikan persahabatan dan kerja sama yang erat adalah tugas yang akan memenuhi kepentingan Iran dan Armenia.