Kartu Prakerja 2020 yang telah diluncurkan pemerintah terus menuai banyak polemik di tengah masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah program pelatihan online yang dinilai tidak efektif dan salah sasaran.
Kali ini sasaran penerimanya ditujukan kepada 200 marbot masjid se-Jakarta Pusat, serta 60 mantan warga binaan lembaga pemasyarakatan yang telah mendapatkan asimilasi.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat minta pemerintah pusat dan daerah segera menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak Covid-19. Penyalurannya harus berdasarkan data yang akurat agar tepat sasaran.
"Saya dapat laporan dari anggota Dewan Kabupaten, Kota di Jateng di antaranya Kabupaten Semarang, banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Mereka yang harusnya dapat bantuan malah tidak dapat. Ada yang rumahnya bagus malah dapat bantuan," kata Wachid
Kebijakan pemerintah terkait pemotongan tunjangan hari raya (THR) bagi presiden, menteri, anggota DPR hingga ASN eselon I dan II patut diapresiasi. Namun, langkah strategis itu harus tepat sasaran guna penanggulangan pandemi Covid-19.
Kerja pendataan harus secepat mungkin. Tetapi akurasi tidak boleh diabaikan. Pendataan harus akurat agar penyaluran ragam Bansos tepat sasaran
Kendati demikian, ASN harus tetap memperhatikan sasaran kinerja dan target kerja, serta kebutuhan minimum untuk pelayanan perkantoran.
"Instrumen fiskal diberikan tepat sasaran dan tepat jumlah (anggarannya). Pilihan instrumennya adalah Pembebasan bea impor bahan baku bagi industri, insentif pajak dan subsidi harga khusus produksi UMKM," kata Amin Ak
"Pak Anies berencana akan memberikan bantuan sosial kepada warga yang kurang mampu. Yang harus diperhatikan adalah bantuan tersebut harus tepat sasaran. Kami di DPRD akan melakukan fungsi kontrol dengan cara akan mengawasi bantuan tersebut agar tepat sasaran dan sesuai peruntukannya," kata Bang Thopaz
Dipilihnya instansi sekolah sebagai sasaran penyaluran bantuan karena para tenaga pengajar berhubungan langsung dengan para murid yang jumlahnya sangat besar.