Para pemimpin Iran sering mengutuk Israel dan memprediksi kehancurannya, tetapi Rouhani jarang menggunakan retorika semacam itu.
Utusan AS untuk Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) Kenneth Ward mengatakan, Tehran juga berusaha melindungi agen saraf yang mematikan dengan maksud ofensif.
Gedung Putih membutuhkan Arab Saudi karena minyaknya, untuk melawan Iran, dan kemampuannya melawan terorisme di wilayah tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengeluarkan pernyataan yang akan membuat geram Donald Trump. Pasalnya, dalam pernyataannya tersebut Zarif seolah mengejek sikap Trump atas kasus Jamal Khashoggi yang tewas di Konsulat Arab Saudi.
Zarif yakin industri minyak Iran akan menemukan pasar, meskipun Gedung Putih berusaha memotong ekspor minyaknya hingga nol.
Rouhani mengatakan, warga Iran akan membuat musuh mengerti bahwa mereka tidak akan bisa menghentikan orang Iran mencapai tujuan tinggi mereka.
Bagaimana pun Iran khawatir sanksi yang diterapkan AS sebagai konsekuensi dari penarikan, dapat mengganggu perdagangan dengan Uni Eropa.
Informasinya, Al-Ghawi ditembak di depan rumahnya yang terletak di pusat kota oleh sekelompok penyerang tak dikenal pada Sabtu (17/11) malam.
Uni Eropa akan menolong Baghdad atas konsekuensi sanksi AS ke Iran, ucap kepala kebijakan luar negeri UE melalui sambungan telepon dengan Irak.
Persatuan Para Guru Iran mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan aksi mogok kerja tersebut hingga besok.