Ya kalau Gerindra itu sudah Pak Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto) sampaikan bahwa kami menganut asas keadilan keterbukaan.
Jadi kemarin memang Pak Sandi sudah minta waktu dan sudah bertemu Pak Prabowo. Dalam pertemuan itu, yang saya tahu bahwa yang bersangkutan menyatakan masih tunduk terhadap garis partai dan loyal terhadap Pak Prabowo serta mendukung pencalonan Pak Prabowo sebagai Presiden, itu yang disampaikan.
Pidato ketua umum itu kan ada yang dari hati, ada yang dari pikiran, ada yang memang sudah tercatat. Kalau kemudian besok, tiba-tiba ada surprise, siapa nama bakal calon capres atau cawapres PDIP akan disampaikan, kemungkinan bisa saja.
Kenapa menjelang HUT ke 50 ini kita kumpulkan bapak ibu sekalian? Karena ini menjadi salah satu tempat untuk berkumpul, berkonsolidasi, bertemu, bersilahturahmi, dan tentu saja menyatukan visi misi satu rampak barisan sesuai perintah ketua umum.
Hasil survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center mengungkapkan elektabilitas Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan masih menempati posisi tiga teratas.
Ini karena hari ulang tahun PDI Perjuangan yang mana angka 50 itu kan susah. Baru 50 tahun lagi akan terjadi, jadi kami meminta maaf kepada seluruh ketua umum partai politik jikalau memang besok tidak berkesempatan hadir.
Jadi, satu sengah tahun jelang Pemilu, kalau ada yang teriak tunda atau perpanjang, menurut saya itu tidak masuk akal. Setuju tidak?" kata Puan dengan lantang. Pada kader pun berteriak "setuju".
Kami baik secara gabungan fraksi di DPR sudah ikut menyatakan bahwa kami tidak setuju terhadap proporsional tertutup. Lalu kemudian secara partai politik, Ketua Umum Pak Prabowo sudah menyatakan bahwa Partai Gerindra tidak setuju dengan proporsional tertutup artinya pendapat Partai Gerindra dengan tujuh partai lain itu adalah sama tidak setuju terhadap proporsional tertutup.
Kader PDIP Tidak Usah Bingung soal Capres-Cawapres
Survey Prabowo-Ganjar selalu mendapat angka elektabiltas diatas 50 persen.