Iran bukan satu-satunya negara yang menjadi sasaran kesengsaraan ekonomi yang disebabkan oleh kampanye tekanan AS.
Korea Utara berjanji akan melakukan uji coba rudal "kejutan Natal" jika AS tidak datang ke meja perundingan. Pyongyang mencatat tidak akan menyerah pada tekanan Washington karena sudah tidak ada ruginya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan gejolak politik dunia menambah tekanan kepada ketidakpastian ekonomi semakin berat
Departemen Luar Negeri AS memperingatkan entitas dan individu untuk menghindari mengekspor elektroda grafit dan kokas jarum ke Iran.
Departemen Keuangan AS mengatakan, sanksi yang baru diumumkan Washington menargetkan industri transportasi udara dan maritim Iran akan mengarah pada pembatasan perdagangan terkait barang-barang kemanusiaan.
Kedua belah pihak telah mencapai "beberapa perjanjian" yang belum mereka sampaikan rinciannya karena khawatir sanksi dari Gedung Putih.
Dengan menggunakan sanksi, AS dapat menekan dan membatasi sumber daya keuangan, persediaan medis, dan makanan Iran, tanpa harus bersangkutan dengan peraturan internasional yang melarang membunuh warga sipil.
Kesepakan ini merupakan upaya untuk membendung harga yang telah di bawah tekanan dari cadangan yang melimpah dan pertumbuhan ekonomi global yang melemah.
Pergerakan pasar properti dan perumahan mengalami tekanan hampir selama enam tahun terakhir, sejak kenaikan pasar properti yang luar biasa pada periode 2009-2012
Morales terpaksa mengundurkan diri pada 10 November di bawah tekanan dari angkatan bersenjata negara itu setelah oposisi yang didukung AS di sana menolak hasil pemilihan Oktober.