Rouhani mengatakan, Iran memiliki kekuatan untuk bernegosiasi dan tidak takut dengan meja perundingan.
Afrika Selatan mengatakan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung Iran, meskipun ada kendala yang dihadapi oleh negara kaya minyak itu.
Amerika Serikat belum mengusulkan tindakan konkret oleh dewan untuk memperketat pembatasan rudal terhadap Iran.
Zarif dan Xiaodong telah membahas penguatan ikatan antara negara mereka masing-masing.
Iran akan berdiri di sisi Iran melawan sanksi sepihak Amerika Serikat (AS).
Ia mencatat bahwa Iran akan melanjutkan jalur "kemerdekaan", "kemajuan", "kebebasan" dan "demokrasi".
Pekan lalu, Soleimani mengatakan, Zarif adalah orang utama yang bertanggung jawab atas kebijakan luar negeri dan ia didukung oleh Khamenei.
Zarif sebelumnya tidak diberi tahu mengenai perjalanan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Teheran pada pekan lalu. Hal inilah yang membuat Zarif dongkol.
Ayatollah Khamenei mengatakan kesepakatan nuklir 2015, tidak menyelesaikan masalah ekonomi di negara itu.
Negeri Para Mulllah itu menyebut tindakan London itu salah dan tidak bertanggung jawab.