Washington mengancam menjatuhkan semua opsi yang ada dan melakukan langkah provokasi terhadap pemerintah Maduro.
Cencana itu akan mati bahkan sebelum kematian Trump sendiri, menambahkan bahwa dorongan Washington pasti akan berakhir dengan kegagalan.
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Delapan tentara yang terluka yang sebelumnya diangkut ke Jerman telah dipindahkan ke Washington, tetapi sembilan dari pasukan tersebut masih tetap di Berlin.
Callamard, pelapor khusus untuk pembunuhan di luar pengadilan, dan Kaye, pelapor khusus untuk kebebasan berekspresi, mengatakan mereka sangat prihatin.
Dalam dua tahun tarakhir, Korea Utara sudah berani mengambil langkah sepihak, termasuk menghentikan uji coba nuklir dan misilnya, demi membangun kepercayaan AS. Sebaliknya, Washington justru menodong Pyongyang.
Washington melakukan kejahatan kemanusiaan dengan menempatkan larangan yang melanggar hukum di Iran dan menargetkan negara dan pemerintah Venezuela dengan kebijakan tekanan yang serupa.
Pertumbuhan ekonomi China merosot pada 2019 ketika Beijing berjuang perang tarif dengan Washington
Trump mengatakan, pasukanya tidak akan meninggalkan Irak kecuali Baghdad menganti rugi seluruh biaya yang dihabiskan Washington di negara tesebut.
Penolakan AS mengeluarkan visa merupakan pelanggaran langsung terhadap ketentuan perjanjian Markas Besar PBB 1947 yang mengharuskan Washington mengizinkan pejabat asing masuk ke negara itu untuk urusan PBB.