Banyak kelompok kemanusiaan dan beberapa anggota Kongres AS sudah meminta Washington untuk tidak memotong bantuan ke Yaman pada saat pandemi virus corona menyebar di Timur Tengah.
Tuduhan baru terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang diumumkan dalam dakwaan baru pada hari sebelumnya, menunjukkan bahwa Washington terobsesi dengan Venezuela.
Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas andilnya dalam kejahatan yang dilakukan terhadap Warga sipil Yaman.
Washington berusaha untuk meningkatkan tekanan pada Iran melalui sanksi dalam upaya untuk memaksa negara itu tunduk di bawah tekanan, namun masih keukeuh menolak.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengklaim selama konferensi pers di Washington D.C. pada Selasa (17/2) bahwa virus Wuhan itu adalah pembunuh dan rezim Iran adalah kaki tangannya.
Washington sudah membuat daftar hitam tiga entitas Iran karena terlibat dalam transaksi untuk berdagang di petrokimia Iran.
Uji klinis tersebut dilakukan di Kaiser Permanente Washington Health Research Institute (KPWHRI) di Seattle
Maduro menuduh Washington menyusun rencana melawan pemerintahnya dan mengatakan Presiden AS Donald Trump sudah memberi perintah untuk mengisi Venezuela dengan kekerasan dengan dukungan Guaido.
Hassan Rouhani menolak tawaran bantuan AS sebagai tidak tulus, dengan mengatakan Washington harus terlebih dahulu mencabut sanksi atas pasokan medis jika benar-benar berupaya membantu Republik Islam.
Ini terjadi ketika jumlah korban tewas di negara itu naik menjadi 12 di akhir hari ketika King County di negara bagian Washington melaporkan kematian terakhir, menurut kantor berita Reuters.