Menyelidiki hampir 12.000 rumah tangga Denmark pada pertengahan Desember, para ilmuwan menemukan bahwa Omicron 2,7 hingga 3,7 kali lebih menular daripada varian Delta di antara orang Denmark yang divaksinasi.
Sebuah stasiun penelitian ilmiah Belgia di Antartika (Kutub Selatan) sedang berjuang menangani wabah Covid-19, meskipun para pekerjanya telah divaksinasi sepenuhnya.
Para ilmuwan menganalisis sampel 2.379 penalti yang diambil di Piala Dunia dan Euro, di Liga Champions dan di pertandingan Liga Europa, dengan 629 penjaga gawang berbeda berdiri di antara tiang gawang.
Temuan dari penelitian ini, yang belum dipublikasikan dalam jurnal medis peer-review, cocok dengan pesaing Pfizer-BioNTech dan Moderna, yang juga menemukan dosis ketiga dari suntikan mereka bekerja melawan Omicron.
Sebuah penelitian oleh Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan menunjukkan bahwa mereka yang terinfeksi Omicron jauh lebih kecil kemungkinannya untuk berakhir di rumah sakit daripada mereka yang menderita strain Delta.
Penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti di Inggris menemukan bahwa, terjadi penurunan motilitas sperma pada orang yang pernah terinfeksi Covid-19.
Temuan ini menambah keraguan pada beberapa ahli, yang sebelumnya menyebut bahwa varian Omicron lebih ringan dan tidak akan membanjiri sistem perawatan kesehatan.
Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Agustinus Purna Irawan mendorong sivitas akademika, supaya mempublikasikan penelitian agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hasil penelitian Imperial College London didasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional pada orang-orang yang dites positif COVID-19 dalam tes PCR di Inggris antara 29 November dan 11 Desember.
Hal ini menurut penelitian terbaru oleh Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Kementerian Kesehatan (MOH), yang didasarkan pada data lokal yang mencakup 1,25 juta orang.