Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berada di harga US$54,77 per barel pada 02.23 GMT, naik 21 sen atau 0,4 persen.
Penjualan cadangan emas tahun ini dimulai dengan pengiriman tiga ton pada 26 Januari, menyusul ekspor tahun lalu sebesar USD900 juta dari kebanyakan emas mentah ke Turki.
Harga minyak mentah naik pada awal perdagangan karena sanksi pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahaan energi milik negara Venezuela, PDVSA
Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, berencana untuk membangun dua reaktor nuklir untuk mengurangi ketergantungannya pada minyak untuk pembangkit listrik.
Minyak mentah berjangka Brent LCOc1 berada di US$60,70 per barel pada 09.40 GMT, naik enam sen atau 0,1 persen.
Kapal-kapal AS tampak meninggalkan Galveston, Texas bulan lalu, dan dijadwalkan tiba di pelabuhan China antara akhir Januari hingga awal Maret.
Minyak mentah berjangka internasional Brent berada di US$59,91 per barel pada 0403 GMT, turun 57 sen, atau 0,9 persen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 berada di USD 51,93 per barel pada 0033, turun 43 sen, atau 0,8 persen.
Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$57,77 per barel pada 01.13 GMT, naik 44 sen, atau 0,8 persen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka internasional Brent LCOc1 berada di harga US$56,12 per barel pada 05.42 GMT, naik 17 sen, atau 0,3 persen, dari penutupan terakhir mereka.