Harga minyak dunia merosot pada Jumat (2/11) pagi, akibat rekor produksi minyak mentah oleh tiga produsen dunia mengimbangi kekhawatiran pasokan
China dan India, negara-negara seperti Turki, Italia, Spanyol, Yunani dan Jepang akan terus membeli minyak mentah Iran.
Pembeli Korea Selatan, yang berada di antara pembeli utama minyak mentah Iran, menunda pemuatan minyak Iran dari Juli karena ketidakpastian mendapatkan pengabaian dari pemerintah AS.
Aldakhil menyarankan, agara Arab Saudi menggunakan produksi minyaknya sebagai senjata. Minyak mentah Brent Benchmark diperdagangkan sekitar USD80 per barel.
Harga minyak mentah dunia jatuh ke posisi terendah dalam dua minggu terakhir pada Kamis (11/10) pagi.
Minyak mentah Benchmark Brest naik 55 sen menjadi US$84,46 per barel, setelah jatuh di level terendah US$82,66 pada Senin
Tompi menyayangkan sifat beberapa elit politik yang asal menelan mentah-mentah pengaduan Ratna Sarumpaet.
Produksi minyak mentah di negara bagian Alaska naik 2.000 bpd selama periode itu, sementara produksi di negara bagian lain meningkat 100.000 bpd.
Ini terjadi setelah AS memutuskan untuk memastikan pasar minyak mentah dipasok dengan baik, sebelum pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran.
Minyak mentah Brent berjangka LCOc1 berada di $ 79,74 per barel pada 0036 GMT, naik 94 sen, atau 1,2 persen.