Hasil penelitian baru yang diterbitkan di New England Journal of Medicine pada Rabu (17/2) itu menunjukkan bahwa varian virus corona Afrika dapat menurunkan perlindungan antibodi dari vaksin COVID-19 Pfizer hingga dua pertiga.
Pekan lalu, Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat (AS) menyerukan agar wanita hamil dan menyusui lebih banyak dimasukkan dalam penelitian vaksin COVID-19.
COVAX, juga didukung oleh Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi dan Gavi the Vaccine Alliance, akan mengirimkan sejumlah kecil vaksin dari AstraZeneca dan Pfizer, bahkan ketika negara-negara kaya telah mengambil sebagian besar dosis Barat.
Korea Utara (Korut) tertangkap basah mencuri teknologi vaksin Covid-19 dengan meretas Pfizer Inc. Demikian disampaikan Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan pada Selasa (16/2).
Perusahaan tersebut terlibat dalam diskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan pihak berwenang di negara lain, dan peningkatan dosis tidak memerlukan botol yang berbeda dengan yang saat ini digunakan.
Sekitar 12.000 pekerja perbatasan akan divaksinasi dalam jangka waktu 2-3 minggu setelah menerima vaksin.
UE mendapatkan 300 juta dosis Pfizer pada November tahun lalu dan mengumumkan kesepakatan awal untuk 300 juta lebih banyak suntikan pada 8 Januari, tergantung pembicaraan tentang persyaratan kontrak baru.
Australia diperkirakan akan mulai menggunakan vaksin Pfizer akhir bulan ini meskipun harapan Canberra untuk program inokulasi yang lengkap terletak pada vaksin AstraZeneca
Alokasi tersebut mencakup 240 juta dosis vaksin AstraZeneca-Oxford COVID-19 yang dibuat Serum Institute of India, tambahan 96 juta dosis dari suntikan yang sama yang dibuat oleh AstraZeneca, ditambah 1,2 juta dosis vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech.
Program tersebut akan diluncurkan pada 11 Februari dan akan membuat 1 juta dosis tersedia untuk 6.500 toko.