Sultan Ibrahim merilis pernyataan itu pada Selasa malam (10/8), hari yang sama umat Islam di seluruh negeri merayakan tahun baru dalam kalender Islam.
Jumlah kasus COVID-19 baru di Malaysia pada Kamis melewati angka 20.000 untuk pertama kalinya, karena negara itu mencatat rekor jumlah infeksi harian untuk hari kedua berturut-turut.
Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi menarik dukungannya kepada Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dan pemerintahan Perikatan Nasional.
Desakan mundur untuk Muhyiddin mengemuka pasca Raja Malaysia mengeluarkan teguran atas pencabutan status darurat Covid-19, tanpa terlebih dahulu memberi tahu raja.
Raja Al-Sultan Abdullah memutuskan bahwa keadaan darurat adalah untuk menangguhkan pemilihan negara bagian untuk mencegah peningkatan lebih lanjut dalam penyebaran COVID-19.
Langkah Pemerintah Malaysia mencabut Ordonansi atau Peraturan Darurat terus menuai kecaman. Salah satunya juga datang dari Presiden UMNO, Ahmad Zahid Hamidi.
Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri.
Muhyiddin ditegur karena mencabut seluruh aturan nasional darurat per 21 Juli 2021, enam bulan pasca regulasi itu bergulir pada Januari 2021 lalu.
Lonjakan kasus terjadi setelah negara itu melaporkan rekor jumlah pasien sakit kritis pada Selasa, dengan kematian juga mencapai tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir.
Kasus-kasus baru melampaui angka hari Sabtu 15.902, yang saat itu merupakan jumlah infeksi harian tertinggi sejak pandemi dimulai.