Konsumsi nasional untuk daging sapi di Indonesia saat ini adalah 700.000 ton, sementara kemampuan produksi dalam negeri masih di angka 400.000 ton.
Sistem pemantauan daring baru ini adalah bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk mengoordinasikan rencana dan program yang berkaitan dengan makanan halal di berbagai departemen pemerintah Iran.
Dan tidak seperti ayam goreng pada umumnya, Ayam Ngumpet memiliki cita rasa yang lebih gurih dengan bumbu yang meresap hingga ke bagian daging yang paling dalam.
Pejabat itu mengatakan bahwa Iran menargetkan mampu menghasil 100 ton kaviar dan 10.000 ton daging ikan kaviar pada tahun 2025.
Pemerintah juga berencana mengimpor daging sapi untuk industri sebanyak 129.000 ton dan sapi potong (bakalan) sebesar 550.000 ekor.
Berdasarkan Kajian Konsumsi Bahan Pokok (Bapok) kebutuhan daging ayam tahun 2019 sebesar 3.251.745 ton. Sedangkan ketersediaan daging ayam 3.488.709 ton.
Kementan sudah melakaukan uji coba bionsensor untuk mendeteksi daging babi, kemungkinan adanya rabies atau penyakit lain yang ada pada anjing dan lalat yang ada pada buah.
Selama ini swasembada sulit dicapai atau tidak jalan karena tidak memikirkan pasar.
Kebutuhan daging nasional masih dicukupi danging impor. Dari 667 ribu ton kebutuhan nasinal ,Kementerian Pertanian (Kementan) baru bisa memenuhi 68 persen.
Menristekdikti Mohamad Nasir mendorong Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mewujudkan swasembada daging di Indonesia.