Pernyataan Kocijancic muncul setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan cuitan di media sosial yang terkesan mengancam.
Trump bersedia terlibat dalam negosiasi dengan Iran, jika Negeri Para Mullah itu sudah siap di tengah tekanan sepihak Washington terhadap Teheran.
Desakan itu menyusul meningkatanya ketegangan satu sisi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan sisi lain, sekutu Teluknya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk berbicara kepada Teheran dengan hormat.
Oman merupakan negara yang membantu menengahi Iran dan Amerika Serikat (AS), setelah kedua negara memutuskan hubungan diplomatik di era 1980 silam.
jika Irak tidak bersatu dan menunjukkan sikap serius, maka perang antara AS dan Iran akan menjadi akhir bagi Irak
Kendati demikian, negara petrominyak tersebut tetap bersikukuh tidak menginginkan perang.
Trump mengatakan akan menghancurkan Teheran jika menyerang kepentingan negaranya
Muatan minyak mentah dan ekspor dari pelabuhan negara itu belum dihentikan dan ekspor masih berjalan seperti sebelumnya.
Jenderal Salami juga mengatakan, kedekatan pasukan Amerika dengan Iran telah memberi IRGC peluang untuk memobilisasi pasukannya.