Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pembicaraan perdagangan dengan China berjalan baik. Dia juga menggarisbawahi, kelemahan dalam ekonomi merupakan alasan Beijing melakukan kesepakatan.
India memerangi terorisme di Afghanistan dengan menghilangkan kemiskinan dan menyediakan pendidikan bagi kaum mudanya.
Trump mengatakan pasukan telah dikerahkan ke ibu kota Libreville untuk "mendukung keamanan" warga negara AS, personel dan fasilitas diplomatik di Kinshasa, DRC.
Pada Jumat (4/1), Trump menyebut dia masih bisa menggunakan kekuatan darurat untuk mewujudkan rencana pembangunan tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.
Dalam ancaman terbarunya, Trump menyatakan siap memperpanjang penutupan kantor pemerintah AS dari dua minggu, hingga satu tahun lebih.
New Delhi memberikan USD3 miliar atau Rp43,044 trliun dalam bentuk bantuan pembangunan kepada negara yang dilanda perang.
Presiden AS juga menyerukan pada Rusia, India, dan Pakistan untuk melakukan perlawanan terhadap Taliban di Afghanistan.
Trump mengakui kekhawatiran akan keamanan saat mengunjungi Irak, dengan mengatakan, cukup menyedihkan harus bersembunyi untuk melihat pasukan AS.
Trump secara langsung mengkonfirmasi kepada wartawan, ia belum pernah menetapkan jadwal apa pun untuk menarik 2.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Suriah di tengah pertempuran melawan gerilyawan ISIS.
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat ingin melindungi kelompok teroris YPG / PKK,