Kementan berharap semua penyuluh bisa mendekatkan diri dengan para pimpinan daerah baik walikota maupun bupati untuk menjalin sinergitas dalam membangubln sektor pertanian nasional.
Mentan mengatakan bahkan jika perlu dilakukan evaluasi setiap minggu pada daerah yang mendapatkan pupuk subsidi namun tidak mampu menggenjot produksi.
Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Kecamatan Kaduhejo, Ucu Subakti mengatakan, Poktan Sejahtera memiliki lahan seluas 25 hektare.
KTNA sebagai salah satu pilar pendukung pengembangan SDM pertanian, memang harus berperan aktif mendukung BPP sebagai pusat data informasi dan pembelajaran bagi petani.
Kehadiran Kostratani menjadi sarana edukasi bagi pelaku pertanian yakni penyuluh, petani, dan kelompok tani (poktan).
Kepercayaan kepada Gapoktan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar menunjukkan, perangkat pemerintah Kabupaten Blitar sangat mendukung produksi petaninya sendiri dengan mempercayai penyediaan Bansos bagi warga yang terdampak COVID-19.
Kehadiran Kostratani untuk mengoptimalkan tugas, fungsi, dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
Sebagai upaya penguatan BPP, Saung Hijau yang berdiri di atas lahan BPP Cigalontangn dibangun secara mandiri dari hasil demplot BPP sebesar 9 juta dan dibantu kelompok tani.
Salah satu cara mewujudkan program Kostratani ialah melalui pemanfaatan lahan pekarangan ini harus menjadi bisa diikuti oleh petani lainnya.
Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementan bergerak cepat menyambut instruksi tersebut.