Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan KTT G20 2022.
Indonesia memberikan standar baru bagaimana memperlakukan para kepala negara beserta delegasinya dengan keramahtamahan Indonesia yang tidak pernah diberikan oleh siapa pun yang pernah menjadi tuan rumah G20.
Peran Indonesia dalam KTT G20 cukup positif namun butuh peran bersama melibatkan berbagai negara kawasan untuk mewujudkan berbagai kesepakatan.
Isi deklarasi KTT G20 di antaranya menyebutkan G20 menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas risiko ketahanan pangan global yang ditimbulkan karena meningkatnya ketegangan.
Duta Besar Ukraina di Indonesia, Vasyl Hamianin menegaskan biang keladi ancaman keamanan pangan global adalah Rusia
Proyek kerjasama yang dihasilkan dalam KTT G-20 ini akan membantu membumikan kerja G-20.
Jokowi pun meminta kepada semua pemimpin G20 yang hadir di Bali untuk mendukung India pada 2023 yang menerima Presidensi G20.
Ini adalah pencerminan dari nilai-nilai Pancasila dan Ibunda Mega mencontohkan, mengajarkan kita untuk secara aktif, konsisten membumikan nilai-nilai butir Pancasila di Indonesia.
Kegiatan itu merupakan wujud konkret yang dilakukan Indonesia terhadap perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan pembukaan Sesi III KTT G20 Indonesia, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).