Jokowi pun meminta kepada semua pemimpin G20 yang hadir di Bali untuk mendukung India pada 2023 yang menerima Presidensi G20.
Ini adalah pencerminan dari nilai-nilai Pancasila dan Ibunda Mega mencontohkan, mengajarkan kita untuk secara aktif, konsisten membumikan nilai-nilai butir Pancasila di Indonesia.
Kegiatan itu merupakan wujud konkret yang dilakukan Indonesia terhadap perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutan pembukaan Sesi III KTT G20 Indonesia, di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).
Dia memastikan, tak ada gap antara SBY dengan Mega. Keduanya diyakini mengedepankan kepentingan bangsa ketimbang ego. Karenanya, dia meminta agar tak ada lagi pihak yang menggiring opini jika hubungan SBY-Mega buruk.
Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan itu di sela-sela menghadiri rangkaian kegiatan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
Ini momen bersejarah bagi bangsa Indonesia dan tentunya ini adalah satu yang menunjukan satu kebesaran jiwa.
Bahkan sekitar 18,2 persen sangat percaya KTT G20 akan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dan sekitar 30,3 persen sangat percaya potensi Indonesia akan semakin dikenal oleh dunia, sehingga semakin menarik minat investasi bagi dunia internasional.
KTT G20 di Bali membuktikan ke dunia bahwa Indonesia bisa.
DPR RI mendukung sepenuhnya pelaksanaan KTT G20 di Bali dan berharap Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 menghasilkan kesepakatan pemimpin G20.