As`ad mengungkapkan pandemi Covid-19 memberi imbas krisis ekonomi dan meningkatkan kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin.
"Kita menjaga supaya masalah kemiskinan, masalah sosial itu tidak terlalu jatuh, maka harus kita siapkan melalui upaya-upaya perlindungan sosial"
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan, meskipun saat ini kemiskinan ekstrem di Indonesia sudah mencapai 9 persen, namun pengentasannya justru semakin sulit.
Pemerintah akan menyediakan bibit unggul agar pendapatan petani meningkat, sehingga tingkat kemiskinan turun dan petani tambah sejahtera.
Sejumlah program pemerintah seperti PKH, bantuan sosial serta JKN belum mampu membuat masyarakat miskin mandiri dan keluar dari kemiskinannya.
Kontribusi BUMN juga digunakan mendukung program pemerintah yang dinilai pro terhadap masyarakat. Khususnya, program jaring pengaman sosial sepanjang pandemi Covid-19, melakukan percepatan pengentasan kemiskinan dan juga program-program yang pro-rakyat.
Pertumbuhan ekonomi harus bisa menciptakan lapangan kerja, mengentaskan kemiskinan serta menciptakan pembangunan dan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Ada tarik-menarik yang kuat antara konsumsi rokok, kejadian stunting, dan kemiskinan.
Hingga September 2021, Jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta