Hubungan antara Washington dan Teheran telah memanas setelah AS mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.
Trump menegaskan bahwa Gedung Putih terbuka untuk melakukan dialog dengan Iran
Aragchi mengatakan, Iran tidak bermaksud untuk menyulut ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Zarif mengatakan negaranya ingin membangun hubungan yang seimbang dengan tetangga-tetangga Teluk Arab.
Kunjungannya itu sehari setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah.
Putusan pengadilan Prancis bermotivasi politik dan bertentangan dengan prinsip-prinsip perjanjian nuklir Iran serta aturan internasional lainnya.
Presiden AS, Donald Trump juga mengklaim bahwa tentara tambahan yang dikerahkan ke Timur Tengah hanya bersifat melindungi pasukannya.
Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (25/5), bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif ke Islamabad.
Zarif menyebut keputusan Amerika Serikat (AS) mengirim 1.500 tentara tambahan ke Timur Tengah, sebagai ancaman bagi perdamaian internasional.
Zarif menyebut bahwa begitulah sejatinya sikap Trump terhadap rakyat Iran, yang bertentangan dengan klaimnya peduli terhadap rakyat Iran.