Iran menolak tegas tudingan tak berdasar Amerika Serikat (AS), terkait serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman.
Gedung Putih juga menuduh Iran berada di belakang serangan serupa pada 12 Mei terhadap empat kapal tanker minyak di Teluk Persia.
Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengumumkan sanksi perusahaan dan dua sekutunya lainnya karena memiliki hubungan dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran.
Hassan Rouhani, mengatakan, Amerika Serikat (AS) kehabisan kapasitas dan tenaganya untuk menekan Iran.
Kepala IAEA, Yukiya Amano, mengatakan Iran sekarang memproduksi uranium yang lebih diperkaya daripada sebelumnya, tetapi tidak jelas kapan akan mencapai batas persediaan 300 kg yang diatur dalam pakta nuklir 2015.
Siapa pun yang memulai perang dengan kita tidak akan menjadi orang yang menyelesaikannya.
Tujuan PM Abe ke Teheran ialah untuk merayu Iran agar meredakan ketegangan regional, akibat negara tersebut berkonflik dengan Amerika Serikat (AS).
Pembatasan AS impor makanan dan obat-obatan ke Iran ditujukan untuk memberikan tekanan pada rakyat Iran.
Badan atom mendesak Iran terus mengimplementasikan sepenuhnya komitmen terkait nuklirnya di bawah perjanjian nuklir.
Zarif menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah merasa aman, selama Amerika Serikat (AS) menggencarkan perang ekonomi.